Sunday, October 31, 2004

Ini dia poto-na


Ini potonya didy dan mas-nya didy. Potoannya waktu aku maksa dia buat poto-box. Hehehe.. akhirnya mau juga.

Perjuangan blum selesai,teman..

Jangan keburu senang dah ngelewatin hari Jumat yang diteror dengan ujian Gas Alam. Masih ada 2 ujian lagi menunggu. Hari Senin dan Selasa besok. Dah siap belum? Siap gak siap, ujian tetap dilaksanakan. Lebih baik kalo siap kan???

Friday, October 29, 2004

Belajar menikmati

Tadi acara buka bersama KMPA dengan Pembimbing-nya, Pak Naya. Acaranya rame dan setelah makan malam, ngobrol-ngobrol dengan Pak Naya. Ada satu kata yang seringkali didengar : "Dimanapun kamu bekerja, nikmatilah pekerjaan itu". Sering didengar tapi dengan mudah keluar dari memori kepala. Tapi ada yang menyangkut di kepala saat dia melanjutkan kata-katanya : "..jadi kalau kuliah pun, nikmatilah belajar itu. Jangan sambil belajar ngutuk-ngutuk dosen yang ngasih pe-er..".
Lalu ingat kerja kerasku sejak hari Kamis pagi. Dibangunkan oleh Mas, aku tetap tidur dan minta dibangunkan sejam lagi. Sementara itu Mas belajar sendiri. Lalu setelah bangun, mandi dan segar, dimulai dengan ngerjakan pe-er. Seharian belajar bareng, mencoba konsentrasi di udara yang sangat panas dan gerah. Setelah makan malam, belajar dilanjutkan lagi. Bahan baru selesai dibabat saat jam 5 pagi. Kuliah jam 7 sampe jam 10 pun ditinggalkan, karena gak tahan ngantuknya. Jam 1 siang, ujian dimulai. Ada 4 soal dan waktu diberikan 3 jam. Sampai waktu berakhir, yang berhasil kukerjakan hanya 1 setengah soal. Lelah, kesal, kecewa.. rasanya belajar tadi malam menjadi sia-sia.
Tapi kata - kata tadi mengingatkanku untuk menikmati kuliahku. Ada beberapa mata kuliah yang kusenangi, dan untuk mata kuliah itu dengan senang hati aku mau belajar dan belajar. Sedangkan kuliah lainnya diikuti dengan ogah-ogahan.

Sulit yah buat belajar menikmati..

Thursday, October 28, 2004

Maapin heidy yah..

Saat kesepian tiba. Sudah kuyakini kalo kelak aku akan merasa sedih, dilupakan dan ditinggalkan. Tapi 'teman lama' tetap ada. Dia datang, menawariku tempat untuk bercerita, berkeluh kesah. Dia menemaniku melewati hari-hari sendirian-ku di kota asing. Bagiku kota ini masih asing, tetapi dia dengan tekun mendengarkanku bercerita. Dia memperhatikanku bukan dengan matanya tapi dengan barisan tulisan di layar komputer-ku. Puluhan email yang dikirimkan, ratusan bahkan ribuan kata-kata yang tercurah saat chatting. Lalu saat bertemu lagi pun terwujudkan. Dia yang dulu kukenal dengan sangat cueknya berubah jadi orang yang lembut. Memperhatikanku dengan cara yang berbeda. Sedangkan aku dengan bodoh tidak menyadari tanda-tanda yang dia berikan. Maafkan aku membuat semua jadi kacau. Tahun berlalu tapi semua gak sama lagi.
Dia datang lagi, bukan lewat email tapi lewat sms. Tetap menyiratkan hal yang sama. Tapi kali ini aku berkata tidak. Maaf membuatmu menunggu. Kuharap tahun ini akan kembali sama seperti 4 atau 5 atau 6 tahun yang lalu.

How sweet u are..

Dari tadi Mas ngeluh kepanasan. Ya wajarlah, abis kamu gendut sih.. Makanya kalo makan jangan banyak-banyak,hehe..
Setelah nemenin aku belajar seharian, kamu nyerah juga. Minta izin buat tidur dan minta dibangunin klo aku pengen makan malam. Wajahmu lagi tidur gitu tenang banget. Akhirnya bisa tidur juga yah setelah kepanasan seharian. Gak heran kalo kamu ngantuk sekarang. Tadi malam kita ngobrol-ngobrol ampe menjelang sahur. Udah lama yah kita gak ngobrol - ngobrol lama? Dulu waktu awal-awal pacaran kita masih sering banget telepon-teleponan cuman buat cerita apa aja. Sekarang sih dah mikir gini :"boros ah pulsa teleponnya, mending besok aja langsung ketemu..". Hehehe..
Hmm.. waktu jalan dengan cepatnya. Kamu pernah bilang, 'time will heal all the pain'. Semoga waktu juga yang bakalan nyembuhin kita kelak. Didy sayang Mas..