Tuesday, August 25, 2009
Never ever again
2 tahun yang lalu, ketika dunia terasa pergi meninggalkanku, ketika tawa tak lagi terasa tulus, ketika hati masih menjerit marah, dan luka yang belum juga sembuh.
A few questions that I need to know
How you could ever hurt me so
I need to know what i've done wrong
and how long it's been going on
Was it that i never paid enough attention?
or did I not give enough affection?
Not only will your answers keep me sane
but i'll know never to make te same mistake again
You can tell me to my face or even on the phone
You can write it in a letter
either way I have to know
Did I never treat you right?
Did I always start the fight?
Either way,i'm going out of my mind
All the answers to my questions
I have to find
I'm not crazy
I'm sure I ain't done nothing wrong
No, i'm just waiting
cause I heard that this feeling won't last that long
Never ever have I ever felt so low
When you gonna take me out from this black hole?
Never ever have I ever felt so sad
The way i'm feeling,
You got me feeling really bad
I'll keep searching
Deep within my soul
For all the answers
Don't wanna hurt no more
I need peace, got to feel at ease
Need to be free from pain, going insane
My heart aches
A few questions that I need to know
How you could ever hurt me so
I need to know what i've done wrong
and how long it's been going on
Was it that i never paid enough attention?
or did I not give enough affection?
Not only will your answers keep me sane
but i'll know never to make te same mistake again
You can tell me to my face or even on the phone
You can write it in a letter
either way I have to know
Did I never treat you right?
Did I always start the fight?
Either way,i'm going out of my mind
All the answers to my questions
I have to find
I'm not crazy
I'm sure I ain't done nothing wrong
No, i'm just waiting
cause I heard that this feeling won't last that long
Never ever have I ever felt so low
When you gonna take me out from this black hole?
Never ever have I ever felt so sad
The way i'm feeling,
You got me feeling really bad
I'll keep searching
Deep within my soul
For all the answers
Don't wanna hurt no more
I need peace, got to feel at ease
Need to be free from pain, going insane
My heart aches
Friday, August 21, 2009
Tapi bukan Kamu
Jangan lagi kusesali keputusanku
Ku tak ingin aku semakin kan terluka
Tak ingin kupaksakan cinta ini
Meski tiada sanggup untuk kuterima
Kamu memang manusia paling berdosa
Khianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencintai kamu dan semua hatimu
Karena takkan pernah kutemui cinta sejati
Berakhirlah sudah semua kisah ini
dan jangan kutangisi lagi
Sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu
Sejuta kata maaf terasa kan percuma
Sebab rasamu telah mati untuk menyadarinya
Semoga saja kan kudapati
Hati yang tulus mencintaiku
Tapi bukan kamu
(21 Mei 2009, di salah satu perjalanan menuju Bandung)
Ku tak ingin aku semakin kan terluka
Tak ingin kupaksakan cinta ini
Meski tiada sanggup untuk kuterima
Kamu memang manusia paling berdosa
Khianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencintai kamu dan semua hatimu
Karena takkan pernah kutemui cinta sejati
Berakhirlah sudah semua kisah ini
dan jangan kutangisi lagi
Sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu
Sejuta kata maaf terasa kan percuma
Sebab rasamu telah mati untuk menyadarinya
Semoga saja kan kudapati
Hati yang tulus mencintaiku
Tapi bukan kamu
(21 Mei 2009, di salah satu perjalanan menuju Bandung)
Sunday, May 03, 2009
Berlalu
Pernah kutawarkan seluruh hatiku
Menjadi tempat berteduh
Diam hempaskan jawabmu
Menjadi tempat berteduh
Diam hempaskan jawabmu
Dengan perlahan aku belajar menata hatiku lagi
menerima yang telah terjadi dan berusaha keras mengikhlaskannya
sungguh, berat sekali membiarkannya seperti itu tanpa ia tau kesalahannya
tapi aku ingin melewati ini semua
aku ingin ikhlas melepaskannya
ikhlaskah namanya bila hati ini masih menjerit marah?
ikhlaskah namanya bila masih tersisa beban di dadaku?
dan ikhlaskah namanya bila batinku masih menyebut namanya?
kenapa?
belum cukupkah semua ini buat kamu?
hati yang pernah kubuka penuh untukmu
telinga yang selalu tersedia mendengar keluh kesahmu tentang dia, yang seharusnya sudah menjadi masa lalumu
bibir yang mengusahakan merangkai kata-kata yang menenangkanmu
tangan yang menggenggam jemarimu dan mengusap rambutmu ketika kau bercerita
tidak cukupkah itu semua?
kenapa?
tidak cukupkah kepercayaan yang aku berikan
kurangkah kerelaan hatiku yang pernah berkata,
bila kau ingin kembali padanya, maka pergilah
aku tidak akan menahanmu,bila itu memang keinginanmu
namun, tolonglah berlaku adil padaku
hargai perasaanku yang masih bersamamu, yang masih mendampingimu
tidak cukupkah itu semua?
kenapa?
kenapa kau membohongiku?
kenapa kau mengkhianati kepercayaan itu?
kau berjalan lagi bersamanya,
dan kau memilih berjalan bersamanya di saat aku sedang down
kau memilihnya ketika aku memohon waktumu untuk menemaniku sebentar saja
ketika hati ini sudah menetapkan langkah
mencoba mengumpulkan puing-puing yang berserakan
menguatkan langkah tak lagi bersamamu
kenapa tidak juga kamu mengerti?
kenapa tidak kau biarkan aku mengobati hatiku?
mencoba menjadi teman
teman yang berusaha menolong ketika bantuannya diperlukan
teman yang menahan rasa sakitnya yang kembali hadir
teman yang mencoba tetap tersenyum,
meski tak pernah berani menatap matamu
tapi teman itu pun tak berharga bagimu
tidak ada kabar yang menyampaikan kau tak jadi datang
atau kabar bahwa bantuanku tak lagi diperlukan
tidak, bagimu tidak perlu untuk mengabari apapun
kenapa?
dulu pernah kuberikan seluruh hatiku padamu
untuk menjadi tempatmu bercerita
untuk menyayangimu sepenuh hatiku
untuk menggenggam jemarimu melewati berbagai hal
sekarang apa lagi yang bisa aku berikan untukmu?
Sunday, April 26, 2009
life is still worth while,Dy..
Mengapa hati ini tak bisa untuk membenci
bahkan di saat seperti inipun aku tau bahwa aku tak membencinya
mungkin dengan membencinya,
aku akan lebih mudah melewati ini semua
mungkin..
kenapa harus kamu lakukan itu?
kalau aku tidak tau, apa kamu akan terus menerus membohongi aku?
ahh..sudahlah,
tak perlu lagi menanyakan macam-macam
tak guna lagi menganalisis apapun
karena kepercayaan itu sudah tak ada
dan semua ini sudah aku akhiri
hari pertama..
akan ada hari kedua, ketiga dan seterusnya
memohon padaNya diberi kekuatan tambahan
melewati ini dan belajar dari ini
menjadi bijak dalam mengambil pilihan
life is still worth while,Dy..
bahkan di saat seperti inipun aku tau bahwa aku tak membencinya
mungkin dengan membencinya,
aku akan lebih mudah melewati ini semua
mungkin..
kenapa harus kamu lakukan itu?
kalau aku tidak tau, apa kamu akan terus menerus membohongi aku?
ahh..sudahlah,
tak perlu lagi menanyakan macam-macam
tak guna lagi menganalisis apapun
karena kepercayaan itu sudah tak ada
dan semua ini sudah aku akhiri
hari pertama..
akan ada hari kedua, ketiga dan seterusnya
memohon padaNya diberi kekuatan tambahan
melewati ini dan belajar dari ini
menjadi bijak dalam mengambil pilihan
life is still worth while,Dy..
Monday, April 20, 2009
Tuhan,aku kangen
Dear Tuhan,
hari ini aku kangen sekali padanya
ga tau kenapa, tapi rasanya dari mulai membuka mata pagi ini
hingga saat ini pun aku sangat merindukan dia
tapi hati ini tidak terasa pedih,
namun yang terasa adalah kekalutan
aku kalut,Tuhan
apa yang aku kalutkan?
humm..aku pun tidak tau
segala kenangan tentang dia,
tentang perjalanan-perjalananku dengannya
semua terasa datang mendadak dan menghimpitku
Tuhan,
mengapa cinta ini bertumbuh di tempat yang salah
kenapa rasaku tak bisa menjangkaunya
mengapa cinta yang hadir
malah membuat aku dan dia saling menyakiti
dan kembali membungkus rapat hati ini
mungkin seharusnya dulu tak kubuka
biarkan ia hanya melintas dan tidak meninggalkan bekas
sehingga aku tak lagi berada di fase ini
inilah pengalaman hidup
berisi pelajaran tentang hidup
mencari makna diri
Tuhan,
hati ini kalut
menahan serangan rasa kangen
rasa rindu
rasa sayang
dan cinta untuknya
aku berada lagi di fase ini
fase menahan segala rasa
mengingat segala hal yang dulu terjadi
mengingat indahnya hal-hal yang dulu pernah direncanakan
yang takkan bisa terwujudkan
fase mempertanyakan segala hal
benarkah dulu rasa itu pernah ada
benarkah dulu apa yang pernah diucapkannya
bahwa ia menyayangiku
bahwa ia menginginkanku bersamanya
dan pertanyaan-pertanyaan lain yang semakin banyak
fase aku merasa seluruh dunia meninggalkanku
merasa hati dan rasa ini mengkhianatiku
membiarkan aku terluka
membiarkan aku terjatuh
fase yang sungguh aku takutkan
mengingat terakir kali kulewati fase ini
rasanya sungguh sakit,Tuhan
Tuhan,
kumohon kekuatan dariMu untukku melewati ini
memohon padaMu agar ini menjadi yang terakhir
tidak ingin lagi menghadapi situasi ini
maka aku berpasrah dan berserah,Tuhan
hanya padaMu
hanya untukMu
hari ini aku kangen sekali padanya
ga tau kenapa, tapi rasanya dari mulai membuka mata pagi ini
hingga saat ini pun aku sangat merindukan dia
tapi hati ini tidak terasa pedih,
namun yang terasa adalah kekalutan
aku kalut,Tuhan
apa yang aku kalutkan?
humm..aku pun tidak tau
segala kenangan tentang dia,
tentang perjalanan-perjalananku dengannya
semua terasa datang mendadak dan menghimpitku
Tuhan,
mengapa cinta ini bertumbuh di tempat yang salah
kenapa rasaku tak bisa menjangkaunya
mengapa cinta yang hadir
malah membuat aku dan dia saling menyakiti
dan kembali membungkus rapat hati ini
mungkin seharusnya dulu tak kubuka
biarkan ia hanya melintas dan tidak meninggalkan bekas
sehingga aku tak lagi berada di fase ini
inilah pengalaman hidup
berisi pelajaran tentang hidup
mencari makna diri
Tuhan,
hati ini kalut
menahan serangan rasa kangen
rasa rindu
rasa sayang
dan cinta untuknya
aku berada lagi di fase ini
fase menahan segala rasa
mengingat segala hal yang dulu terjadi
mengingat indahnya hal-hal yang dulu pernah direncanakan
yang takkan bisa terwujudkan
fase mempertanyakan segala hal
benarkah dulu rasa itu pernah ada
benarkah dulu apa yang pernah diucapkannya
bahwa ia menyayangiku
bahwa ia menginginkanku bersamanya
dan pertanyaan-pertanyaan lain yang semakin banyak
fase aku merasa seluruh dunia meninggalkanku
merasa hati dan rasa ini mengkhianatiku
membiarkan aku terluka
membiarkan aku terjatuh
fase yang sungguh aku takutkan
mengingat terakir kali kulewati fase ini
rasanya sungguh sakit,Tuhan
Tuhan,
kumohon kekuatan dariMu untukku melewati ini
memohon padaMu agar ini menjadi yang terakhir
tidak ingin lagi menghadapi situasi ini
maka aku berpasrah dan berserah,Tuhan
hanya padaMu
hanya untukMu
Wednesday, April 15, 2009
hati ini lelah,Tuhan
Aku lelah,Tuhan
Aku lelah menahan kangen
aku lelah menahan sayang
aku lelah menahan cinta
Ya Tuhan,aku sungguh-sungguh lelah
menjalani skenario yang sama
yang ketika skripnya disampaikan padaku
aku dengan bodohnya mau menerima
dan membuka lembaran demi lembarannya
hati ini lelah,Tuhan
kelelahan yang tidak bisa kumengerti
karena meski hati terasa pedih
aku tetap memilih untuk menjalani itu
seperti dengan sukarela meminum racun
beranikah aku menghentikan ini,Tuhan?
beranikah aku yang mengambil keputusan ini?
karena bila tidak,
aku tau Kau yang akan memutuskannya untukku
dan caranya mungkin tidak lagi halus
Dulu sekali aku pernah menulis,
cepat atau lambat kenyataan akan membangunkanku
dengan cara yang halus ataupun kasar
aku diberikan kesempatan untuk memilih
Dulu aku dibangunkan dengan cara yang kasar
karena aku tidak berani mengambil keputusan
kuatkan aku Ya Tuha,
untuk mengambil keputusan ini
selagi Kau masih memberiku kesempatan
Hati ini lelah,Tuhan
Jiwa ini lelah
Raga ini lelah
Aku harus menyerah padaMu
bertekuk lutut di hadapanMu
memohonkan Engkau memberiku kekuatan
melewati ini semua
sebuah proses yang kutau akan sangat menyakitkan
tapi aku harus bisa
demi ibuku, demi abang dan kakakku,
terutama demi diriku dan demi Engkau,Tuhan
Aku lelah menahan kangen
aku lelah menahan sayang
aku lelah menahan cinta
Ya Tuhan,aku sungguh-sungguh lelah
menjalani skenario yang sama
yang ketika skripnya disampaikan padaku
aku dengan bodohnya mau menerima
dan membuka lembaran demi lembarannya
hati ini lelah,Tuhan
kelelahan yang tidak bisa kumengerti
karena meski hati terasa pedih
aku tetap memilih untuk menjalani itu
seperti dengan sukarela meminum racun
beranikah aku menghentikan ini,Tuhan?
beranikah aku yang mengambil keputusan ini?
karena bila tidak,
aku tau Kau yang akan memutuskannya untukku
dan caranya mungkin tidak lagi halus
Dulu sekali aku pernah menulis,
cepat atau lambat kenyataan akan membangunkanku
dengan cara yang halus ataupun kasar
aku diberikan kesempatan untuk memilih
Dulu aku dibangunkan dengan cara yang kasar
karena aku tidak berani mengambil keputusan
kuatkan aku Ya Tuha,
untuk mengambil keputusan ini
selagi Kau masih memberiku kesempatan
Hati ini lelah,Tuhan
Jiwa ini lelah
Raga ini lelah
Aku harus menyerah padaMu
bertekuk lutut di hadapanMu
memohonkan Engkau memberiku kekuatan
melewati ini semua
sebuah proses yang kutau akan sangat menyakitkan
tapi aku harus bisa
demi ibuku, demi abang dan kakakku,
terutama demi diriku dan demi Engkau,Tuhan
Monday, April 13, 2009
The power of ikhlas
menangis lagi
bersedih lagi
haruskah aku melewati proses ini lagi?
iya,aku harus melewati proses ini lagi
mau ga mau
tangisan
air mata
tarikan nafas
semuanya berakhir
berapa lama proses kali ini akan berlangsung?
tolong, jangan terlalu lama seperti yang dulu
the power of ikhlas
pelajari dengan intensif
kuatkan hati
menangislah bila itu akan melegakanmu
berteriaklah bila itu bisa mengurangi kekesalanmu
berlarilah bila itu bisa membuatmu sejenak melupakannya
tapi kembalilah saat hatimu siap
karena jalan di depan mata sudah membentang
menunggumu untuk menapakinya lagi
dengan cerita baru
tokoh baru
dan hati yang baru
kuatkan aku ya Tuhan,
aku percaya ketika aku jatuh, Kau akan menahan lututku
dan tidak akan membiarkan lututku terluka
tolong aku ya Tuhan,
peluk aku, rangkul aku
jangan pergi dariku
kumohon..
bersedih lagi
haruskah aku melewati proses ini lagi?
iya,aku harus melewati proses ini lagi
mau ga mau
tangisan
air mata
tarikan nafas
semuanya berakhir
berapa lama proses kali ini akan berlangsung?
tolong, jangan terlalu lama seperti yang dulu
the power of ikhlas
pelajari dengan intensif
kuatkan hati
menangislah bila itu akan melegakanmu
berteriaklah bila itu bisa mengurangi kekesalanmu
berlarilah bila itu bisa membuatmu sejenak melupakannya
tapi kembalilah saat hatimu siap
karena jalan di depan mata sudah membentang
menunggumu untuk menapakinya lagi
dengan cerita baru
tokoh baru
dan hati yang baru
kuatkan aku ya Tuhan,
aku percaya ketika aku jatuh, Kau akan menahan lututku
dan tidak akan membiarkan lututku terluka
tolong aku ya Tuhan,
peluk aku, rangkul aku
jangan pergi dariku
kumohon..
Thursday, January 29, 2009
Friday, December 05, 2008
Anugrah Gusti Allah
Seringkali aku berkata, ketika orang memuji milikku
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipanNya,
bahwa rumahku hanyalah titipanNya,
bahwa hartaku hanyalah titipanNya,
bahwa putraku hanyalah titipanNya.
Tetapi, mengapa aku tak peernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdo’a
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan, seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
Aku rajin beribadah, maka selayaknya derita menjauh dariku,
Dan nikmat – derita kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
Dan bukanlah kekasih,
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
Hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan adalah sama saja, adalah anugrah”
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipanNya,
bahwa rumahku hanyalah titipanNya,
bahwa hartaku hanyalah titipanNya,
bahwa putraku hanyalah titipanNya.
Tetapi, mengapa aku tak peernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdo’a
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan, seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
Aku rajin beribadah, maka selayaknya derita menjauh dariku,
Dan nikmat – derita kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
Dan bukanlah kekasih,
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
Hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan adalah sama saja, adalah anugrah”
-W.S.Rendra-
Saturday, November 01, 2008
Satu minggu pertama
Ternyata udah seminggu sejak pertama kali aku dan teman-teman seangkatanku ini dikumpulkan waktu acara pembukaan orientasi. Sebenernya seangkatan itu sekitar 40 orang, tapi dibagi ke 2 kelompok. Masing-masing kelompok jumlahnya 20 orang, dan 2 kelompok itu bakal ngejalain trip yang sama, 2 minggu di Bandung dan 2 minggu di Cepu. Kelompok A bakal ngejalanin orientasi di Bandung dulu baru Cepu, sedangkan kelompok B sebaliknya.
Aku masuk ke kelompok A. Ada Tasya, Rully, mas Hudi, mas Freddy, mas Arfan dan beberapa anak lain yang dah aku kenal waktu pembukaan orientasi itu. Setelah pembukaan orientasi, jadwal berikutnya adalah perjalanan menuju Bandung hari Minggu pagi. Huwiihh..itu anak-anaknya rame banget ternyata. Ada yang bawel, ada yang lucu, ada yang sok jaim, ada yang aneh dan macem-macem.
Waktu dah nyampe hotel, kita dikumpulin di satu ruangan buat dikasih pengarahan untuk outbond selama 2 hari ke depan. Abis itu pembagian kamar, dan dibolehin istirahat. Baru nyampe kamar dan bongkar packing-an, dah ada sms yang ngajakin kumpul di lobby hotel buat ke Paris Van Java (PVJ) jam 5 sore. Hehehe..dah ketauan pada doyan jalan-jalan semua.
Senin jam 6 pagi dah kumpul di lobby buat berangkat ke Cikole. Disana ada kantor dinas psikologi Angkatan Darat. Rencananya 2 hari ke depan kita bakalan outbond di Cikole itu. Abis pembagian bangsal dan tempat tidur, trus acaranya dilanjutin dengan berbagai kegiatan outbond. Hari pertama outbond banyak berisi kegiatan bekerjasama di dalam kelompok, hari keduanya diisi dengan meluncur dan turun tebing. Mantapsss...
Selasa sore semua udah di bus untuk kembali menuju hotel. Sampe di hotel langsung mandi air anget, trus keluar ke ciwalk buat maem baso di BMK. Abis maem balik deh ke hotel. Cape bangettt..
Rabu pagi sampe tadi sore, setiap harinya kegiatan diisi dengan kelas berisi berbagai materi oleh beberapa pengajar. Ada kelas yang rasanya ngantuk banget, ada yang semangat, ada yang lucu, tapi tetep ajah tiap hari diisi dengan ketawa-ketawa gak jelas. Ada ajah yang ngelucu.
Hmm..seminggu pertama bersama teman-temanku ini seru banget. Masih ada seminggu lagi di Bandung dan 2 minggu lagi di Cepu. Semoga selalu rame dan kompak :)
Aku masuk ke kelompok A. Ada Tasya, Rully, mas Hudi, mas Freddy, mas Arfan dan beberapa anak lain yang dah aku kenal waktu pembukaan orientasi itu. Setelah pembukaan orientasi, jadwal berikutnya adalah perjalanan menuju Bandung hari Minggu pagi. Huwiihh..itu anak-anaknya rame banget ternyata. Ada yang bawel, ada yang lucu, ada yang sok jaim, ada yang aneh dan macem-macem.
Waktu dah nyampe hotel, kita dikumpulin di satu ruangan buat dikasih pengarahan untuk outbond selama 2 hari ke depan. Abis itu pembagian kamar, dan dibolehin istirahat. Baru nyampe kamar dan bongkar packing-an, dah ada sms yang ngajakin kumpul di lobby hotel buat ke Paris Van Java (PVJ) jam 5 sore. Hehehe..dah ketauan pada doyan jalan-jalan semua.
Senin jam 6 pagi dah kumpul di lobby buat berangkat ke Cikole. Disana ada kantor dinas psikologi Angkatan Darat. Rencananya 2 hari ke depan kita bakalan outbond di Cikole itu. Abis pembagian bangsal dan tempat tidur, trus acaranya dilanjutin dengan berbagai kegiatan outbond. Hari pertama outbond banyak berisi kegiatan bekerjasama di dalam kelompok, hari keduanya diisi dengan meluncur dan turun tebing. Mantapsss...
Selasa sore semua udah di bus untuk kembali menuju hotel. Sampe di hotel langsung mandi air anget, trus keluar ke ciwalk buat maem baso di BMK. Abis maem balik deh ke hotel. Cape bangettt..
Rabu pagi sampe tadi sore, setiap harinya kegiatan diisi dengan kelas berisi berbagai materi oleh beberapa pengajar. Ada kelas yang rasanya ngantuk banget, ada yang semangat, ada yang lucu, tapi tetep ajah tiap hari diisi dengan ketawa-ketawa gak jelas. Ada ajah yang ngelucu.
Hmm..seminggu pertama bersama teman-temanku ini seru banget. Masih ada seminggu lagi di Bandung dan 2 minggu lagi di Cepu. Semoga selalu rame dan kompak :)
Thursday, October 23, 2008
@ ur 29th b'day
22 Oktober 2008
To: Ade Irfan Andrian
Selamat ulang tahun,bang..
Semoga selalu diberkati oleh-Nya dalam setiap hal di hidup km.
Terima kasih sudah meninggalkan jejak yang indah di cerita hidupku
Happy birthday.
be happy..
nb: setulus mungkin mengirimkan sms ini untuknya.
All the best for ur life,'De.
To: Ade Irfan Andrian
Selamat ulang tahun,bang..
Semoga selalu diberkati oleh-Nya dalam setiap hal di hidup km.
Terima kasih sudah meninggalkan jejak yang indah di cerita hidupku
Happy birthday.
be happy..
nb: setulus mungkin mengirimkan sms ini untuknya.
All the best for ur life,'De.
Berserakan lagi
Hanya untuk 2 hari ini saja, itu yang aku mohonkan padamu. Ijinkan aku mengisi 2 hari ini dengan kebersamaan kita sehingga setalah ini aku bisa mennutup cerita ini dengan kenangan yang indah. Aku terpaksa menutup cerita kita, tidak mudah bagiku... sebagaimana sebelum-sebelumnya, kali ini pun sama tidak mudahnya. Namun aku memaksakan bibirku, memaksa hatiku dan kepalaku untuk mengakui bahwa ini jalan buntu. Tidak.. aku memaksa berpikir kalau ini bukan jalan buntu, namun toh aku tau itu cuma tipuan dan rekayasa di alam pikiranku.
Karena itu, malam tadi aku bilang kalau semua ini berakhir. Kamu pikir mudah buat aku? Nggak,sama sekali gak mudah. Kalau aku terlihat nyantai dan tegar, percayalah...itu cuma heidy yang sok nyantai, heidy yang sok tegar. Di kamar aku hanya bisa diam dan memaksa mataku untuk tidak mengeluarkan sebutir pun air mata, karena aku ingin ini berakhir indah.
Karena itu aku ingin mengisi cutiku dengan kebersamaan kita. Aku ingin mengisi "keajaiban diijinkannya heidy untuk cuti" ini dengan sesuatu yang akan aku kenang indah. Sesuatu yang ketika kukenang membuatku tersenyum dan mengingat kamu, bukannya malah bersedih sambil berusaha menghapus ingatanku tentang kamu.
Karena itu semua, kamu tidak mau mengabulkan keinginanku. Lebih baik bagimu untuk nyakitin aku dibandingkan dengan mengabulkan keinginanku. Lebih mudah bagimu untuk tidak memberikan penjelasan apapun, walau kamu tau aku menunggu. Lebih nyaman bagimu berkata "nggak kenapa-napa" dibandingkan kamu harus menjelaskan apa yang sebenarnya kamu rasakan. Karena aku tidak perlu diberi penjelasan. Karena aku harus menerima bahwa kamu begini dan begitu.
Hati ini tak pernah dibiarkan untuk pulih yah?
Tidak pernah diijinkan untuk merekat sempurna, karena sebelum pecahan-pecahan itu merekat kuat, sudah diserakkan lagi.
Aku kuat, aku semakin kuat walau aku tau aku cacat
Hati ini cacat
Kembali mengumpulkan puing-puing yang terserak
aku yang menghancurkannya
aku yang membuatnya pecah berkeping-keping
dan kini aku mengumpulkannya kembali
berharap tidak ada potongan yang hilang
berharap akan terkumpul dan merekat kuat
berharap skenario yang sama tak terulang lagi
hanya mampu berharap hati ini akan pulih
semoga..
Karena itu, malam tadi aku bilang kalau semua ini berakhir. Kamu pikir mudah buat aku? Nggak,sama sekali gak mudah. Kalau aku terlihat nyantai dan tegar, percayalah...itu cuma heidy yang sok nyantai, heidy yang sok tegar. Di kamar aku hanya bisa diam dan memaksa mataku untuk tidak mengeluarkan sebutir pun air mata, karena aku ingin ini berakhir indah.
Karena itu aku ingin mengisi cutiku dengan kebersamaan kita. Aku ingin mengisi "keajaiban diijinkannya heidy untuk cuti" ini dengan sesuatu yang akan aku kenang indah. Sesuatu yang ketika kukenang membuatku tersenyum dan mengingat kamu, bukannya malah bersedih sambil berusaha menghapus ingatanku tentang kamu.
Karena itu semua, kamu tidak mau mengabulkan keinginanku. Lebih baik bagimu untuk nyakitin aku dibandingkan dengan mengabulkan keinginanku. Lebih mudah bagimu untuk tidak memberikan penjelasan apapun, walau kamu tau aku menunggu. Lebih nyaman bagimu berkata "nggak kenapa-napa" dibandingkan kamu harus menjelaskan apa yang sebenarnya kamu rasakan. Karena aku tidak perlu diberi penjelasan. Karena aku harus menerima bahwa kamu begini dan begitu.
Hati ini tak pernah dibiarkan untuk pulih yah?
Tidak pernah diijinkan untuk merekat sempurna, karena sebelum pecahan-pecahan itu merekat kuat, sudah diserakkan lagi.
Aku kuat, aku semakin kuat walau aku tau aku cacat
Hati ini cacat
Kembali mengumpulkan puing-puing yang terserak
aku yang menghancurkannya
aku yang membuatnya pecah berkeping-keping
dan kini aku mengumpulkannya kembali
berharap tidak ada potongan yang hilang
berharap akan terkumpul dan merekat kuat
berharap skenario yang sama tak terulang lagi
hanya mampu berharap hati ini akan pulih
semoga..
Monday, October 06, 2008
mulai dari nol lagi
and it's all over now..
ternyata gak sampai kamu ulang tahun yah?
semua rencana-rencana yang disiapin untuk ngerayain hari itu, lupakan saja
aku gak marah
aku gak kesal
aku bukan ngambek
aku sedih
aku kecewa
dan aku pergi
it's all over now
ternyata gak sampai kamu ulang tahun yah?
semua rencana-rencana yang disiapin untuk ngerayain hari itu, lupakan saja
aku gak marah
aku gak kesal
aku bukan ngambek
aku sedih
aku kecewa
dan aku pergi
it's all over now
Tuesday, September 23, 2008
di Titik Pengakhiran
Sampailah kembali di titik pengakhiran
Entah apa yang sebenarnya yang memicu masalah ini
tapi terasa ada yang berubah
aku atau kamu?
hmm..gak usah dicari jawabannya
toh gak berguna juga
Jadi aku kembali harus mengakhiri
menutup skenario yang baru saja dibuka
akan sebesar apakah lukanya?
hmm..aku belum tau
tapi nanti aku akan tau jawabannya
Tapi bagaimana mengakhirinya?
bisa bicara baik-baik kah?
atau harus menunggumu sampai pergi dan menghilang
menghindar seperti teman lamaku itu
atau aku yang pergi dan menghilang
sepertinya yang itu akan lebih mudah bagiku
tapi tetap saja tidak menyelesaikan masalah
hanya kabur seperti pengecut
Sebenarnya ada apa sih?
susah sekali untuk bicara jujur dan terbuka
ada yang berubah, kamu harus akui itu
jangan menyangkalnya
perlukah kita bahas ini?
apa yang akan dibicarakan?
dan semua rencana-rencana kita bulan depan,
harus kita lupakan saja?
anggap itu semua angan-angan semu kita
argghhh..sesak juga dada ini
kelihatannya saja tidak ada masalah
tapi tiap tarikan nafas terasa berat
tiap tawa terasa palsu
dan waktu berjalan dengan sangat lambat
dengan sangat lambat
dan sangat lambat
Entah apa yang sebenarnya yang memicu masalah ini
tapi terasa ada yang berubah
aku atau kamu?
hmm..gak usah dicari jawabannya
toh gak berguna juga
Jadi aku kembali harus mengakhiri
menutup skenario yang baru saja dibuka
akan sebesar apakah lukanya?
hmm..aku belum tau
tapi nanti aku akan tau jawabannya
Tapi bagaimana mengakhirinya?
bisa bicara baik-baik kah?
atau harus menunggumu sampai pergi dan menghilang
menghindar seperti teman lamaku itu
atau aku yang pergi dan menghilang
sepertinya yang itu akan lebih mudah bagiku
tapi tetap saja tidak menyelesaikan masalah
hanya kabur seperti pengecut
Sebenarnya ada apa sih?
susah sekali untuk bicara jujur dan terbuka
ada yang berubah, kamu harus akui itu
jangan menyangkalnya
perlukah kita bahas ini?
apa yang akan dibicarakan?
dan semua rencana-rencana kita bulan depan,
harus kita lupakan saja?
anggap itu semua angan-angan semu kita
argghhh..sesak juga dada ini
kelihatannya saja tidak ada masalah
tapi tiap tarikan nafas terasa berat
tiap tawa terasa palsu
dan waktu berjalan dengan sangat lambat
dengan sangat lambat
dan sangat lambat
Saturday, September 20, 2008
naskahnya tidak berubah banyak
Aku memulai lagi sandiwara dengan naskah yang lama
Naskah yang tidak banyak berubah jalan ceritanya,
hanya nama tokoh dan dimensi waktunya yang berubah
Bersabar, adalah tarikan nafasku setiap kali mendengar tentangnya
Memahamimu, adalah sesuatu yang sedang kuusahakan sekarang
Menyayangimu, adalah sesuatu yang tidak bisa kusampaikan spontan
karena ada batasan defenisi komitmen
Merelakan, adalah sesuatu yang akan manamparku dengan keras
untuk mengembalikan kesadaranku
bahwa ini tak pernah akan berakhir dengan mulus
Melihatmu di sampingku, hal yang kuinginkan sekarang
tapi patutkah aku menginginkan itu?
Kekacauan kembali muncul di kepalaku
ingin tapi tak bisa
berusaha tapi tau tak mungkin
itu saja sudah sulit bagiku
tapi sepertinya belum terlalu sulit bagimu
karena kamu tambahkan lagi dengan ceritamu
posisikan aku sebagai teman
harus sebagai teman
karena bila tidak, aku akan sakit mendengarnya
walau kuakui, aku toh akirnya sakit juga
Ingin memintamu berhenti bercerita,
tapi rasa takut muncul
bagaimana bila tiba-tiba ceritamu itu berlanjut
tanpa sepengetahuanku
dan dengan pemberitahuan mendadak
seperti yang pernah dilakukan teman lama padaku
sanggupkah aku?
Menahan rasa ini
Posisikan sebagai teman
teman yang objektif,
yang bisa memberikan masukan
memberikan nasehat
sambil tersenyum menenangkan
meski tau hatinya menahan sakit luka itu
Sampai kapan?
bulan depan?
dua bulan lagi?
atau minggu depan?
entahlah..
Naskah yang tidak banyak berubah jalan ceritanya,
hanya nama tokoh dan dimensi waktunya yang berubah
Bersabar, adalah tarikan nafasku setiap kali mendengar tentangnya
Memahamimu, adalah sesuatu yang sedang kuusahakan sekarang
Menyayangimu, adalah sesuatu yang tidak bisa kusampaikan spontan
karena ada batasan defenisi komitmen
Merelakan, adalah sesuatu yang akan manamparku dengan keras
untuk mengembalikan kesadaranku
bahwa ini tak pernah akan berakhir dengan mulus
Melihatmu di sampingku, hal yang kuinginkan sekarang
tapi patutkah aku menginginkan itu?
Kekacauan kembali muncul di kepalaku
ingin tapi tak bisa
berusaha tapi tau tak mungkin
itu saja sudah sulit bagiku
tapi sepertinya belum terlalu sulit bagimu
karena kamu tambahkan lagi dengan ceritamu
posisikan aku sebagai teman
harus sebagai teman
karena bila tidak, aku akan sakit mendengarnya
walau kuakui, aku toh akirnya sakit juga
Ingin memintamu berhenti bercerita,
tapi rasa takut muncul
bagaimana bila tiba-tiba ceritamu itu berlanjut
tanpa sepengetahuanku
dan dengan pemberitahuan mendadak
seperti yang pernah dilakukan teman lama padaku
sanggupkah aku?
Menahan rasa ini
Posisikan sebagai teman
teman yang objektif,
yang bisa memberikan masukan
memberikan nasehat
sambil tersenyum menenangkan
meski tau hatinya menahan sakit luka itu
Sampai kapan?
bulan depan?
dua bulan lagi?
atau minggu depan?
entahlah..
Sunday, September 07, 2008
mendengarkan dengan seksama
Kembali menjadi pendengar
Sanggupkah
telinga ini mendengar semua cerita itu?
mata ini melihatnya bersedih?
tangan ini mengusap rambutnya kala ia bercerita?
dan hati ini menahan rasa asing yang tiba-tiba hadir?
Telinga ini mampu,
mata ini mampu,
tangan ini mampu,
tapi hati yang sepertinya tidak mampu
rasa asing itu menekan di dalam hati
entah apa sebenarnya rasa itu
asing tapi dulu pernah aku rasakan juga
meninggalkan rasa tidak nyaman
aku gak suka rasa ini
aku gak mau kayak gini
tapi aku kembali menjadi pendengar
Sanggupkah
telinga ini mendengar semua cerita itu?
mata ini melihatnya bersedih?
tangan ini mengusap rambutnya kala ia bercerita?
dan hati ini menahan rasa asing yang tiba-tiba hadir?
Telinga ini mampu,
mata ini mampu,
tangan ini mampu,
tapi hati yang sepertinya tidak mampu
rasa asing itu menekan di dalam hati
entah apa sebenarnya rasa itu
asing tapi dulu pernah aku rasakan juga
meninggalkan rasa tidak nyaman
aku gak suka rasa ini
aku gak mau kayak gini
tapi aku kembali menjadi pendengar
Friday, August 29, 2008
Their Last Show
Udah lama pengen liat Stuntman Show Police Academy yang diadain di Ancol. Acaranya dah jalan dari bulan Juni kemarin, dan tanggal 20 Agustus 2008 kemarin adalah hari pertunjukan terakhirnya.
Lagi ada timing yang pas, aku gak ada kerjaan yang urgent jadi bisa pulang teng-go dan mas Ade juga bisa pulang cepat karena hari itu dia ada urusan di Head Office-nya. Jam 5-an kita ke Ancol deh..
Nyampe Ancol masih jam 6 kurang. Pertunjukan Police Academy yang paling terakhir bakal diputar jam 7 lebih 15 menit. Jadi masih ada waktu buat moto-moto di sisi pantai swim pool Ancol. Pas dah menjelang jam 7 kita ke tempat perunjukannya di pantai Carnaval, dah ternyata...buanyaaakkk sekali orang. Beughh...parah euy,kirain karena ini pertunjukan terakhir, orang-orang bakal sedikit karena dah pada nonton sebelum-sebelumnya. Sayangnya selama pertunjukan berlangsung, penonton gak diijinkan buat mendokumentasikan dalam bentuk apapun. Jadi aku cuma sempat moto background-nya sebelum acara dimulai.
Lagi ada timing yang pas, aku gak ada kerjaan yang urgent jadi bisa pulang teng-go dan mas Ade juga bisa pulang cepat karena hari itu dia ada urusan di Head Office-nya. Jam 5-an kita ke Ancol deh..
Nyampe Ancol masih jam 6 kurang. Pertunjukan Police Academy yang paling terakhir bakal diputar jam 7 lebih 15 menit. Jadi masih ada waktu buat moto-moto di sisi pantai swim pool Ancol. Pas dah menjelang jam 7 kita ke tempat perunjukannya di pantai Carnaval, dah ternyata...buanyaaakkk sekali orang. Beughh...parah euy,kirain karena ini pertunjukan terakhir, orang-orang bakal sedikit karena dah pada nonton sebelum-sebelumnya. Sayangnya selama pertunjukan berlangsung, penonton gak diijinkan buat mendokumentasikan dalam bentuk apapun. Jadi aku cuma sempat moto background-nya sebelum acara dimulai.
city light di ujung sana
dia bilang dia pengen banget dulu ke cafe yang di belakang itunama cafe-nya kalo gak salah Bridge Cafe
jajaran lampu di sepanjang garis pantai
Itu salah satu background dari tempat pertunjukannya Police Academy
Sebelum pulang mampir dulu mau moto Monas. Humm..kurang bagus hasilnya.
Tuesday, August 19, 2008
the emptiness
Aku mual..
kenapa kerasa begini?
semua terasa menjenuhkan
pengen muntah ajah
Aku jenuh..
kenapa begini rasanya?
tidak ada yang menenangkan pikiran
ingin aku muntahkan
ingin kemana?
harus bagaimana?
pertanyaan ini datang dan datang lagi
aku mual
kenapa kerasa begini?
semua terasa menjenuhkan
pengen muntah ajah
Aku jenuh..
kenapa begini rasanya?
tidak ada yang menenangkan pikiran
ingin aku muntahkan
ingin kemana?
harus bagaimana?
pertanyaan ini datang dan datang lagi
aku mual
Tuesday, August 12, 2008
Saat Heidy menjadi model
hahahaha..judulnya nggak banget ah. Kayak yang beneran jadi model ajah. Padahal mah nggak koq :p
Jadi ceritanya di kelas potografi yang aku ikuti itu, pesertanya cuman 3 orang. Aku, mas Hans dan mas David. Pengajarnya 1 orang,namanya mas Tirto. Karena kelasnya dominan cowo, aku jadi rame sendiri. Mungkin karena mas David dan mas Hans rada-rada pendiam, sedangkan mas Tirto orangnya rame juga. Nah,waktu lagi session belajar poto studio, kan perlu model yang duduk di tengah dikelilingi lampu studio, untuk belajar lightning studio. Karena yang lain pada malu-malu, jadinya aku ajah yang duduk di tengah dan dipoto-poto.
.jpg)

Jadi ceritanya di kelas potografi yang aku ikuti itu, pesertanya cuman 3 orang. Aku, mas Hans dan mas David. Pengajarnya 1 orang,namanya mas Tirto. Karena kelasnya dominan cowo, aku jadi rame sendiri. Mungkin karena mas David dan mas Hans rada-rada pendiam, sedangkan mas Tirto orangnya rame juga. Nah,waktu lagi session belajar poto studio, kan perlu model yang duduk di tengah dikelilingi lampu studio, untuk belajar lightning studio. Karena yang lain pada malu-malu, jadinya aku ajah yang duduk di tengah dan dipoto-poto.
.jpg)
itu poto yang aku suka, siluet aku yang lagi sambil ngakak,hehe..
Waktu hunting kedua kemaren, tiap ketemu angle yang bagus, mas Tirto nunjukin cara komposisiinnya dalam frame kamera. Nah, aku sering disuruh diem buat dijadiin objek potonya. Hehehe..jadi model lagi deh..
.jpg)

itu aku lagi mau moto tulisan yang diukir di batu, karena angle-nya kehalangan pohon,jadi pohonnya aku peluk. Sama mas Tirto dipoto ternyata,hehe..
Enakan mana, jadi modelnya apa jadi potografernya?
Subscribe to:
Posts (Atom)